Tampilkan postingan dengan label santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santri. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 September 2017
Senin, 31 Juli 2017
"MAYORAN" tradisi unik Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Genuksuran Purwodadi
Pondok pesantren memiliki tradisi yang mungkin tidak bisa ditemukan di
tempat lainya, di antaranya adalah, sowan kyai, ngerowot, jajan,
setoran,sorogan dan makan bareng.
Tradisi makan bareng di pondok
pesantren memiliki nama yang berbeda tergantung daerah mana pondok itu
berasal. Didunia pondok pesantren khususnya pondok
salaf, mayoran adalah tradisi makan bersama yang biasa digelar pada
hari-hari libur, misalnya malam jum'at atau ketika penutupan kegiatan
pondok pesantren saat ujian semester telah berakhir.
| Terlihat sederhana tapi bermakna |
1. Melepas kepenatan Dalam keseharianya para
santri selalu memiliki aktifitas yang padat sehingga dituntut untuk
disiplin mengatur waktu. Nah dengan menggelar mayoran setelah acara
makan-makan selesai, santri bisa melepas kepenatan bersama
teman-temanya, tertawa, bercanda, bercerita tentang kejadian-kejadian
lucu di sekolah dan sebagainya.
2. Meningkatkan kesederhanaan ,
Mayoran yang di lakukan dengan memasak menu makan dan minum seadanya
mengajarkan santri akan pentingnya hidup dalam kesederhanaan. Makan
bareng ala pesantren tidak mengenal istilah potong tumpeng, kalaupun ada
paling-paling hanya memotong mendoan. Itulah kenapa kita tidak
pernah mendengar ada tawuran santri antar pondok pesantren.
3.
Mengajarkan betapa indah kebersamaan Mayoran merupakan pelengkap dari
kebersamaan yang ada di pondok pesantren, seperti ro'an bersama, belajar
bersama, tidur bersama dsb.
Dengan mayoran santri akan belajar untuk mencintai kerukunan dan kesederhanaan. Itulah kenapa kita tidak pernah mendengar ada tawuran santri antar pondok pesantren. Seiring perkembangan zaman, mayoran bukan lagi cuma milik komunitas santri. Namun kegiatan semacam ini diyakini berasal dari pondok pesantren, dengan bukti bahwa golongan pesantren, adalah golongan yang paling sering menggelar acara tersebut.
A.ajha
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Genuksuran Purwodadi Kembangkan Beragam Unit Usaha
Menjadi santri di pondok pesantren sering dibayangkan hanya berkutat dengan ilmu agama dan kegiatan mengaji dari pagi hingga malam hari.
Namun di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Genuksuran Purwodadi, para santri tidak hanya diajari mengaji ataupun belajar ilmu agama, sebaliknya mereka dibina dengan kemampuan usaha kecil menengah. mulai ternak, pertanian bahkan sampai usaha digital printing.
Di Pesantren yang didirikan oleh Habib Ahmad Wan fadlil sahli Azmatkhon Al Husyaini ini, total ada sekitar kurang lebih 300 santri yang menimba ilmu. Terdiri atas 100 santriwati dan 200 santriwan. Ribuan santri itulah yang kemudian menggerakkan roda ekonomi pesantren dengan memanfaatkan koperasi pesantren yang didirikan bersamaan dengan berdirinya ponpes.
Dalam bidang usaha tersebut, pihak pondok mempercayakan pada santri dibantu warga sekitar. Dalam setiap bidang usaha yang dijalankan, selalu memberdayakan santri, alumni, maupun warga sekitar. Dan Keuntungan dari usaha tersebut digunakan untuk operasional Pondok dan Yayasan
Selain peternakan, bidang usaha pertanian juga dirambah oleh pihak pondok. diantaranya budidaya bawang merah, cabe, kacang hijau dan saat ini mengembangkan padi organik. Saat ini hasil panen dari pertanian dikonsumsi di internal pondok,dan dijual dilingkungan sekitar pondok.
Tidak cukup sampai disitu, pihak pondok juga memiliki PAMPP (Perusahaan Air Minum Pondok Pesantren) Makmur Jaya , dari situ semua santri memenuhi kebutuhan minum, masak, dan mandi,dll, tidak cuma santri, warga sekitar pondok juga memanfaatkan PAMPP dengan tarif murah, yaitu sebesar Rp. 3.000 M3.
Usaha lainnya yang sejak awal juga dirambah adalah koperasi pondok pesantren (kopontren). Selain simpan pinjam, di koperasi tersebut juga digerakkan unit usaha lainnya. Seperti toko yang menjual segala kebutuhan santri, percetakan, foto kopi dan ATK (alat tulis kantor), jual beli kitab sampai kantin pondok.
Saat ini pihak pondok juga mulai merambah bidang usaha lain yakni digital printing. Kebetulan sampai saat ini sudah memiliki mesin cetak indoor & outdoor sendiri. bahkan mulai bersaing dengan usaha digital printing lain di Kab. Grobogan yang lebih dulu berdirinya.
Segala unit usaha yang ada di dalam pondok juga memberdayakan santri . Yang intinya digunakan untuk kemajuan pondok pesantren. Prinsipnya dari santri kembali ke santri.
Rabu, 28 September 2016
Video Khoul Al Habib Muhammad Sahli Tahun 2016
Diposting oleh
M2PHM (HIDAYATUL MUBTADIIN PURWODADI)
pada
Rabu, September 28, 2016
Tidak ada komentar:
Label:
contact person,
digital printing,
Finger Print,
habib umar muthohar,
Hari Raya Idul Adha,
lirboyo,
m2phm,
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Genuksuran Purwodadi,
psb,
santri,
santri menggungan
Selasa, 25 Agustus 2015
Donasi M2PHM
ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﻋﻨﻪ ﻋﻤﻠﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ: ﺇﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﺔ
ﺟﺎﺭﻳﺔ، ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ، ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ
ﺟﺎﺭﻳﺔ، ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ، ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ
Artinya:
“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim di dalam shahihnya juz 2 hal. 70 hadis no. 1631)
“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim di dalam shahihnya juz 2 hal. 70 hadis no. 1631)
Bagi para shohib yang ingin beramal jariyah untuk kemajuan pondok kami bisa dikirimkan donasi anda melalui:
- Datang langsung ke pondok kami yang beralamat: Jln. Raya Danyang-Candisari KM. 03 Dsn. Tumenggungan Rt.08 Rw. 03 Ds. Genuksuran Kec. Purwodadi Kab. Grobogan Prov. Jawa Tengah
- bank BRI : a/n
Langganan:
Postingan (Atom)



